FILSAFAT DAN SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA

April 27, 2008 at 3:08 pm 9 komentar

Setiap pemikir mempunyai definisi berbeda tentang makna filsafat karena pengertiannya yang begitu luas dan abstrak. Tetapi secara sederhana filsafat dapat dimaknai bersama sebagai suatu sistim nilai-nilai (systems of values) yang luhur yang dapat menjadi pegangan atau anutan setiap individu, atau keluarga, atau kelompok komunitas dan/atau masyarakat tertentu, atau pada gilirannya bangsa dan negara tertentu. Pendidikan sebagai upaya terorganisasi, terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan kebudayaan dalam arti luas (ilmu pengetahuan, sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, ketrampilan, dll.) dari suatu generasi ke generasi lain. Adapun visi, misi dan tujuannya yang ingin dicapai semuanya berlandaskan suatu filsafat tertentu. Bagi kita sebagai bangsa dalam suatu negara bangsa (nation state) yang merdeka, pendidikan kita niscaya dilandasi oleh filsafat hidup yang kita sepakati dan anut bersama.

 

Dalam sejarah panjang kita sejak pembentukan kita sebagai bangsa (nation formation) sampai kepada terbentuknya negara bangsa (state formation dan nation state) yang merdeka, pada setiap kurun zaman, pendidikan tidak dapat dilepaskan dari filsafat yang menjadi fondasi utama dari setiap bentuk pendidikan karena menyangkut sistem nilai-nilai (systems of values) yang memberi warna dan menjadi “semangat zaman” (zeitgeist) yang dianut oleh setiap individu, keluarga, anggota­-anggota komunitas atau masyarakat tertentu, atau pada gilirannya bangsa dan negara nasional. Landasan filsafat ini hanya dapat dirunut melalui kajian sejarah, khususnya Sejarah Pendidikan Indonesia.

 

Sebagai komparasi, di negara-negara Eropa (dan Amerika) pada abad ke-19 dan ke-20 perhatian kepada Sejarah Pendidikan telah muncul dari dan digunakan untuk maksud-maksud lebih lanjut yang bermacam-macam, a.l. untuk membangkitkan kesadaran berbangsa, kesadaran akan kesatuan kebudayaan, pengembangan profesional guru-guru, atau untuk kebanggaan terhadap lembaga­-lembaga dan tipe-tipe pendidikan tertentu. (Silver, 1985: 2266).

 

Substansi dan tekanan dalam Sejarah Pendidikan itu bermacam-macam tergantung kepada maksud dari kajian itu: mulai dari tradisi pemikiran dan para pemikir besar dalam pendidikan, tradisi nasional, sistim pendidikan beserta komponen-komponennya, sampai kepada pendidikan dalam hubungannya dengan sejumlah elemen problematis dalam perubahan sosial atau kestabilan, termasuk keagamaan, ilmu pengetahuan (sains), ekonomi, dan gerakan-gerakan sosial. Sehubungan dengan MI semua Sejarah Pendidikan erat kaitannya dengan sejarah intelektual dan sejarah sosial. (Silver, 1985: Talbot, 1972: 193-210)

 

Esensi dari pendidikan itu sendiri sebenarnya ialah pengalihan (transmisi) kebudayaan (ilmu pengetahuan, teknologi, ide-ide dan nilai-nilai spiritual serta (estetika) dari generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda dalam setiap masyarakat atau bangsa. Oleh sebab itu sejarah dari pendidikan mempunyai sejarah yang sama tuanya dengan masyarakat pelakunya sendiri, sejak dari pendidikan informal dalam keluarga batih, sampai kepada pendidikan formal dan non-formal dalam masyarakat agraris maupun industri.

 

Selama ini Sejarah Pendidikan masih menggunakan pendekatan lama atau “tradisional” yang umumnya diakronis yang kajiannya berpusat pada sejarah dari ide­-ide dan pemikir-pemikir besar dalam pendidikan, atau sejarah dan sistem pendidikan dan lembaga-lembaga, atau sejarah perundang-undangan dan kebijakan umum dalam bidang pendidikan. (Silver, 1985: 2266) Pendekatan yang umumnya diakronis ini dianggap statis, sempit serta terlalu melihat ke dalam. Sejalan dengan perkembangan zaman dan kemajuan dalam pendidikan beserta segala macam masalah yang timbul atau ditimbulkannya, penanganan serta pendekatan baru dalam Sejarah Pendidikan dirasakan sebagai kebutuhan yang mendesak oleh para sejarawan pendidikan kemudian. (Talbot, 1972: 206-207)

 

Para sejarawan, khususnya sejarawan pendidikan melihat hubungan timbal balik antara pendidikan dan masyarakat; antara penyelenggara pendidikan dengan pemerintah sebagai representasi bangsa dan negara yang merumuskan kebijakan (policy) umum bagi pendidikan nasional. Produk dari pendidikan menimbulkan mobilitas sosial (vertikal maupun horizontal); masalah-masalah yang timbul dalam pendidikan yang dampak-dampaknya (positif ataupun negatif) dirasakan terutama oleh masyarakat pemakai, misalnya, timbulnya golongan menengah yang menganggur karena jenis pendidikan tidak sesuai dengan pasar kerja; atau kesenjangan dalam pemerataan dan mutu pendidikan; pendidikan lanjutan yang hanya dapat dinikmati oleh anak-anak orang kaya dengan pendidikan terminal dari anak-­anak yang orang tuanya tidak mampu; komersialisasi pendidikan dalam bentuk yayasan-yayasan dan sebagainya. Semuanya menuntut peningkatan metodologis penelitian dan penulisan sejarah yang lebih baik danipada sebelumnya untuk menangani semua masalah kependidikan ini.

 

Sehubungan dengan di atas pendekatan Sejarah Pendidikan baru tidak cukup dengan cara-cara diakronis saja. Perlu ada pendekatan metodologis yang baru yaitu a.l, interdisiplin. Dalam pendekatan interdisiplin dilakukan kombinasi pendekatan diakronis sejarah dengan sinkronis ilmu-ihmu sosial. Sekarang ini ilmu-ilmu sosial tertentu seperti antropologi, sosiologi, dan politik telah memasuki “perbatasan” (sejarah) pendidikan dengan “ilmu-ilmu terapan” yang disebut antropologi pendidikan, sosiologi pendidikan, dan politik pendidikan. Dalam pendekatan ini dimanfaatkan secara optimal dan maksimal hubungan dialogis “simbiose mutualistis” antara sejarah dengan ilmu-ilmu sosial.

 

Sejarah Pendidikan Indonesia dalam arti nasional termasuk relatif baru. Pada zaman pemerintahan kolonial telah juga menjadi perhatian yang diajarkan secara diakronis sejak dari sistem-sistem pendidikan zaman Hindu, Islam, Portugis, VOC, pemerintahan Hindia-Belanda abad ke-19. Kemudian dilanjutkan dengan pendidikan zaman Jepang dan setelah Indonesia merdeka model diakronis ini masih terus dilanjutkan sampai sekarang.

 

Untuk Sejarah Pendidikan Indonesia mutakhir, substansinya seluruh spektrum pendidikan yang secara temporal pernah berlaku dan masih berlaku di Indonesia; hubungan antara kebijakan pendidikan dengan politik nasional pemerintah, termasuk kebijakan penyusunan dan perubahan kurikulum dengan segala aspeknya yang menyertainya; lembaga-lembaga pendidikan (pemerintah maupun swasta); pendidikan formal dan non-formal; pendidikan umum, khusus dan agama. Singkatnya segala macam makalah yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia dahulu dan sekarang dan melihat prosepeknya ke masa depan. Sejarah sebagai kajian reflektif dapat dimanfaatkan untuk melihat prosepek ke depan meskipun tidak punya pretensi meramal. Dalam setiap bahasan dicoba dilihat filosofi yang melatarinya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Brugmans, LJ. 1938. Geschiedenis van het OnderwUs in Nederlandsch-Indiey GroningenBatavia: J.B. Wolters.

Church, Robert L. 1971. “History of Education as a Field of Study”, dalam The Encyclopedia of Education. The Macmillan Company & Free Press.

Djojonegoro, Wardiman. 1996. Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Departernen Pendidikan dan Kebudayaan.

Good, Carter V. & Scates, Douglas E. 1954. Methods of Research Educational, Psychological, Sociological. New York: Appleton-Cent uy. Crofts, Inc.

Good, H.G. 1968. A History of Wester1iEducation. 2″d ed. New York: The Macmillan Company.

Hans, Nicholas. 1958. Comparative Education. A Study of Educational Factors and Traditions. London: Routledge & Kegan Paul Limited.

Makmur, Djohan, et.al. 1993. Sejarah Pendidikan di Indonesia Zaman Penjajahan. Jakarta: IDSN.

Meyer, Adolphe E. 1972. An Educational History of the Western World. New York: Magraw -Hill Book Company.

Miller, T.W.G., ed. 1968. Education in South-East Asia. Sidney: Ian Novak.

Poerbakawatja, Soegarda. 1970. Pendidikan Dalam Alam Indonesia Merdeka. Djakarta: PT Ginning Agung.

 

Silver, H. 1985. “Historiography of Education”, dalarn The International Encyclopedia of Education.

Sjamsuddin, Helms , et.al. 1993. Sejarah Pendidikan di Indonesia Zaman Kemerdekaan (1945-1966). Jakarta: IDSN.

Talbott, John E. 1972. “Education in Intellectual and Social History”, dalam Felix Gilbert & Stephen R. Graubard, ed. Historical Studies Today. New York: W.W.

Tilaar, H.A.R. 1995. 50 Tahun Pembangunan Pendidikan Nasional 1945-1995. Suatu  Analisis Kebijakan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Grasindo.

Yunus, Mahmud. 1992. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Wal, S.L. van der. 1963. Het Onderwysbeleid in Nederlands-Indie., 1900-1940. Een Bronnenpublikatie. Groningen: J. B. Wolters.

Termasuk: Literatur tentang Pendidikan Taman Siswa, Pendidikan di Kayu Tanam, dll.

Entry filed under: ARTIKEL. Tags: , , , , , .

EKONOMI KERAKYATAN DALAM DINAMIKA PERUBAHAN Jelang Semifinal Liga Champions: MU & Chelsea Favorit

9 Komentar Add your own

  • 1. asuna17  |  April 29, 2008 pukul 3:20 am

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://pendidikan.infogue.com/filsafat_dan_sejarah_pendidikan_indonesia

    Balas
  • 2. Mas Kopdang  |  April 29, 2008 pukul 9:18 am

    Ane pernah nanya apakah anak sma di Indonesia butuh pelajaran filsafat?
    http://kopidangdut.wordpress.com/2007/06/18/apakah-sma-perlu-ada-pelajaran-filsafat/

    Balas
  • 3. cdsi  |  April 29, 2008 pukul 3:03 pm

    makasih mas kopdang atas kunjungannya,
    filsafat unuk anak SMU? saya pikir sangat perlu, selain sebagai pandangan hidup,mempelajari filsafat sama dengan kita mempelajari kehidupan ini, mengapa Indonesia dikatakan tidak maju2, saya pikir karena kita sebagai bangsa tidak memahami filsafat dari idiologi yang kita miliki, jika anak smu kita di beri pelajaran minimal filsafat pancasila, bisa jadi negeri ini tidak seperti ini sekarang. mari kita berkaca pd bangsa2 ato negara2 besar. disana selalu ada filsafat, dan mereka sudah mengajarkannya sejak dini. anak setingkat sd sdh mampu membuat paper, anak sd sdh mampu menganalisa, meskpn tnt saja tdk pd hal yg berat2. tp intinya semua setiap orang diajAr dan diajak BERPIKIR KRITIS. itulah filsapat yg sesungguhnya

    Balas
  • 4. udin marhaen  |  April 30, 2008 pukul 10:52 am

    FILSAFAT = Fuckin’ In Loose Soul Ass Fuck Absurd Thinking.
    Hehe..itulah filsafat dlm determinoku,
    Siapa belajar Filsafat, dia akan sebijaksana diriku.
    Salam

    Balas
  • 5. chyeretty  |  Maret 3, 2011 pukul 11:36 pm

    Kayaknya semua dikutif dari tulisan silabus sejarah pendidikan Indonesia UPI karya Prof. Helius Sjamsudin ya?

    Balas
  • 6. FILSAFAT DAN SEJARAH PENDIDIKAN INDONESIA « Novita Sari's Blog  |  Desember 13, 2011 pukul 5:09 am

    […] membaca selanjutnya, klik disini LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", "other"); […]

    Balas
  • […] membaca selanjutnya, klik disini Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this […]

    Balas
  • 8. Try Out Online  |  Desember 25, 2012 pukul 6:05 am

    ngomongin soal pendidikan saya punya situs yang bisa membuat belajar lebih giat lagi, linknya http://id.gameforsmart.com/ disini agan-agan bisa latihan atau tanding lebih tepatnya cerdas cermat online,di situs http://id.gameforsmart.com/ tidak hanya siswa yang bisa pakai guru dan orang tuapun bisa, ya untuk mengevaluasi hasil belajar siswanya

    sekalian mau infokan kalau disitus ini http://id.gameforsmart.com/ diadakan cerdas cermat online se jawatimur seri 2, untuk jenjang sd dan smp, terakhir februari 2013

    Balas
  • 9. Dani - Seputar Pendidikan  |  Mei 29, 2013 pukul 4:13 am

    Tulisannya bagus. trims sharingnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 195,004 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

PandapaCDS

Pandapa CDS


%d blogger menyukai ini: