Pendidikan yang Berkeberatan

April 19, 2008 at 5:24 pm 12 komentar

KETIKA kita dihadapkan pada upaya membangun karakter bangsa (the nation character building) kita tidak akan terlepas dari ”pendidikan”, karena pendidikan merupakan suatu tolok ukur kemajuan dari suatu bangsa dalam berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, politik, science atau teknologi. Selain itu juga pendidikan dapat membangun kepribadian atau identitas bangsa yang berintelektualitas serta mampu bersaing di era globalisasi. Keberhasilan dunia ”pendidikan” dapat memberikan dampak yang efektif dalam pembentukan individu maupun karakter bangsa.
Keberhasilan sebagai individu akan membentuk citra diri yang berkarakter, sumber daya manusia yang berkualitas, serta mempunyai wawasan yang luas dalam berbagai bidang ilmu dan teknologi. Keberhasilan sebagai bangsa adalah memberikan citra diri yang positif dalam pembentukan sumber daya manusia seutuhnya serta identitas bangsa yang intelek sehingga mampu menyejajarkan diri dengan negara-negara lain.
Akan tetapi secara umum keberhasilan dalam dunia pendidikana kita masih jauh tertinggal.
Sebetulnya yang menjadi akar permasalahan antara lain, pertama, tenaga pendidik masih belum memadai. Memang dalam pendidikan kita, banyak pendidik yang tingkat pendidikannya maupun tingkat intelektualnya di atas rata-rata, akan tetapi ketika para pendidik masih memikirkan masalah ekonomi dia tidak akan berkonsentrasi penuh dalam mendidik (pendidikan). Sehingga dalam dirinya akan terdapat dualisme pemikiran, inilah yang menjadi faktor penyebab pendidik kita belum memadai dalam memberikan pendidikan.
Kedua, dunia pendidikan kita terlalu teoretis dan birokratis sehingga lebih banyak teori daripada praktik, ketika lulusan kita dihadapkan pada kenyataan real di lapangan belum terampil dalam mempraktikkan bidang keilmuannya, inilah yang menyebabkan dunia pendidikan kita belum mampu bersaing di dunia internasional. Seharusnya dalam era globalisasi ini, dunia pendidikan kita harus seimbang antara teori dan praktik karena ini sangat vital dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.
Ketiga, kualitas sistem pendidikan jalan di tempat. Sering terjadi perubahan-perubahan vital atau mendasar dalam sistem pendidikan kita, seperti perubahan kurikulum pendidikan, sehingga kita kehilangan arah dalam mencapai tujuan pendidikan. Semestinya pendidikan kita dengan kurikulum yang ”deduktif” mampu mencetak sumber daya manusia yang tinggi, intelek dan cepat menyerap berbagai teknologi (science). Sehingga kita mampu bersaing dalam pergaulan dunia internasional.

Demokrasi dan Pendidikan
Demokrasi dalam kehidupan politik kenegaraan kita untuk pertama kalinya mendapat penghargaan yang layak. Kedudukan warga negara (rakyat) dijunjung tinggi serta diberi kedudukan yang layak, kebebasan berpikir dan menentukan pendapat serta pilihan yang rasional, merupakan suatu langkah yang progresif bagi pengakuan hak individu dalam berdemokrasi.
Demokrasi dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang utuh dalam kehidupan politik bangsa ke depan, kita tidak akan bisa menjalankan demokrasi yang sempurna tanpa pendidikan yang baik. Pendidikan merupakan dasar dari kehidupan, politik bangsa, pendidikan dapat menjadi acuan kita dalam menjalankan sistem demokrasi.
Ketika kita menghadapi euforia demokrasi yang sesungguhnya dalam kehidupan politik, di mana keran kebebasan dalam berpikir dan menentukan pilihan terbuka lebar ini menunjukkan langkah maju dalam kehidupan politik berdemokrasi kita, akan tetapi sungguh sangat ironis dengan dunia pendidikan kita, dunia pendidikan kita jalan di tempat tanpa adanya perubahan yang signifikan.

Pendidikan Kerakyatan
Pendidikan bertujuan mencerdaskan bangsa pada umumnya dan mencerdaskan rakyat (individu) pada khususnya, itu sesuai dengan tujuan negara ini seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD’45 yang berbunyi”… mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menjaga ketertiban dunia .…”, selain itu juga pendidikan mampu memberikan identitas dan karakter bagi setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat. Kemajuan pendidikan sangat diharapkan bagi perkembangan bangsa ke depan, sehingga bisa menunjukkan ”eksistensi” bangsa dan mampu bersaing secara sehat dengan bangsa lain.
Apa esensi dari pendidikan berkerakyatan? Inilah pangkal pokok dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan seharusnya diarahkan pada basis rakyat, artinya pendidikan harus lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan harus lebih mengedepankan persoalan-persoalan yang dihadapai rakyat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Sehingga pendidikan mampu menggali potensi-potensi masyarakat dan mendorongnya menjadi yang terdepan dalam hal intelektualitas.
Pendidikan yang berkerakyatan harus menjadi kerangka dan landasan berpikir bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pendidikan nasional ke depan. Pendidikan ini harus mampu menyentuh aspek-aspek sosial kemasyarakatan agar masyarakat merasa terpanggil dan berkewajiban untuk menjalankan serta menyukseskan pendidikan nasional. Pendidikan tanpa partisipasi masyarakat tidak akan berhasil dengan baik dan sempurna, maka dari itu peranan pemerintah harus menjembatani antara dunia pendidikan dan kebutuhan rakyat.
Pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama kepada rakyat dalam hal mendapatkan pendidikan, selain itu juga pemerintah harus bisa memastikan kualitas pendidikan yang sama terhadap rakyat tanpa terkecuali. Sehingga tidak muncul ketidakadilan dalam dunia pendidikan di masyarakat. Apa sebenarnya pendidikan kerakyatan itu? Pertama, dalam pendidikan kerakyatan pemerintah harus mampu memberikan kebijakan yang tidak memberatkan rakyat, artinya biaya pendidikan yang secara finansial bisa terjangkau oleh masyarakat. Agar masyarakat bisa menikmati pendidikan dengan baik tanpa terbebani masalah biaya.
Kedua, penetapan kebijakan pendidikan lewat kurukulum haruslah permanen, sehingga pendidikan kita mempunyai arah yang jelas dan terarah serta terukur. Ketiga, pendidikan harus diarahkan kepada potensi-potensi masyarakat, baik sebagai individu maupun sebagai wilayah, karena pluralisme masyarakat kita. Artinya pendidikan haruslah bersumber pada keinginan masyarakat dan kemampuan wilayah.
Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang didambakan seluruh masyarakat, pendidikan terbaik tidak harus mahal, akan tetapi pendidikan harus mampu mereduksi keinginan masyarakat untuk bisa menikmati jenis dan kualitas pendidikan yang sama tanpa membeda-bedakan. Dengan pendidikan yang baik dan layak, masyarakat (rakyat) bisa mengetahui dan memahami sistem perpolitikan yang sehat, dinamis dan berintelektual, mampu berpikir elegan dan santun, serta mampu menjadi individu yang berkualitas dan terbaik bagi bangsa.

Penulis: Oleh Dina Eureka Yoshida

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0409/16/opi02.html

Entry filed under: ARTIKEL. Tags: , , , , .

BELAJAR DARI REVOLUSI VENEZUELA ISLAM, KONFLIK DAN PERUBAHAN SOSIAL: STUDI TERHADAP PARADIGMA KONFLIK DALAM KAITANNYA DENGAN PROSES MODERNISASI: PERSPEKTIF AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL

12 Komentar Add your own

  • 1. Dhemito  |  April 19, 2008 pukul 6:19 pm

    Salam kenal buat yang punya blog. Hm salut untuk blog unik ini. Blog ini “idealis banget ya” heran juga masih ada manusia-manusia unik di jagat Indonesia yang setia pada massa.
    Apaboleh di kata, banyak dari kita yang sudah tahu tentang dunia pendidkan. Pendidikan agaknya bukan sesuatu yang seksi seperti maia ahmad. Kalo pendidiakan bercerai dengan peran negara tak ada orang yang peduli, tapi kalo maia ama ahmad dhani bererai, wuih beritanya “seksi” abis. Itulah dunia nyata dimana anda dan saya tinggal. sempat saya berpikir idelisme sejati adalah bahasanya orang2 yang kalah, atau sepakat dengan kata Soe hok gie, lebih baik terasing daripada menyerah dengan keadaaan. Tragis banget deh jadinya. Akhirnya smoga pendidikan di Indonesia bener bisa menjadi isu yang seksi sehingga banyak orang yang mau menghamburkan modal dan duitnya melayani orng2 yang haus ilmu bukan haus infotaiment dan entertaianment.
    Keep smile and fight
    Nuwun
    Gus Demit

    Balas
  • 2. Dhemito  |  April 19, 2008 pukul 6:22 pm

    Thnks dah berkunjung ke blog saya.
    salam
    http://segoblog.wordpress.com

    Balas
  • 3. cdsi  |  April 19, 2008 pukul 6:39 pm

    makasih gus dah berkunjung, ya memang begitulah wajah kita saat ini hehe

    Balas
  • 4. syahrizal pulungan  |  April 20, 2008 pukul 2:33 am

    bagus banget nih blog…

    Balas
  • 5. Anjaz  |  April 20, 2008 pukul 4:42 am

    Sebenarnya ada satu masalah besar dalam sistim pendidikan kita, yaitu lemahnya pengawasan pemerintah terhadap lembaga pendidikan.sekarang ini banyak lembaga pendidikan yang hanya dijadikan ladang bisnis oleh pemiliknya. sekolah sekolah atau kampus kampus dijadikan media bisnis seragam,buku,ijasah atau gelar.

    Balas
  • 6. cdsi  |  April 20, 2008 pukul 6:17 pm

    disadari atau tidak banyak kalangan melihat sisi penting dari pendidikan adalah bisnis dan keuntungan belaka, walaupun memang tidak sedikit lembaga pendidikan yang memiliki prestasi, namun demikian jika kita lihat lebih lanjut, susahnya menempuh jalur pendidikan formal membuat sebagian dari anak egeri tidak dapat menikmatinya, pertanyaanya sampikapan negeri ini akan menghianati UUD 45, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak?

    Balas
  • 7. nunik  |  April 21, 2008 pukul 4:37 am

    Artikel di Blog ini bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pendidikan/pendidikan_yang_berkeberatan/

    Balas
  • 8. Hendra  |  April 21, 2008 pukul 5:39 am

    Blognya Keren bgd Om..!!

    Misi, Om.. Boleh gak tukeran link..?

    http://azcha4645.blogspot.com/

    Ntar link blog om jg sy masukin..
    Thanks om…

    Balas
  • 9. cdsi  |  April 21, 2008 pukul 4:40 pm

    makasih hendra atas kunjunganya, kami persilahkan untk ngelink. Salam kenal buat hendra

    Balas
  • 10. HENRY RYU  |  April 25, 2008 pukul 2:16 am

    salam kenal dari saya, mari kita songsong intelektual progresif..yang masih menjunjung tinggi ilmu dan kebenaran. Bukan berdasarkan pada pryek2 yang menyesatkan.hehehe

    Balas
  • 11. febi  |  Desember 16, 2009 pukul 4:30 am

    boleh juga artikelnya, buat pencerahan untuk masa yang akan datang, soo salam kenal bt penulis artikelnya,boleh juga kalau ada artikel2 yang selanjutbya

    Balas
  • 12. febi  |  Desember 16, 2009 pukul 4:40 am

    oh iya ngomong 2 kalau masih menjadi penggiat sosial, gw butuh orang2 yang berpikiran idealis seperti anda, bisa ngga kita kerjasama kelembagaan sebagai masukan, karena diawal tahun 2010 d kantor gw lagi banyak garapan masalah RUU yang masuk d proleknas 2010 khususnya berhubungan dengan keamanan dan ketahanan negara, boleh minta emailnya atau kalau ada waktu untuk diskusi tlp d no 0856 7885416,thk’s

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 195,004 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

PandapaCDS

Pandapa CDS


%d blogger menyukai ini: