MENELADANI MUHAMMAD = MENGHARGAI PLURALISME

April 11, 2008 at 8:05 am 7 komentar

Kelahiran seorang utusan Tuhan yang membawa pesan-pesan Illahiah, tidak terlepas dari rangkaian sejarah agama dan peradaban manusia sejak manusia pertama diciptakan. Seorang pembawa pesan dengan misi-misi propetismenya secara sosiologis  selalu mengikuti perkambangan budaya umat atau kaum di mana Rasul itu diutus.

 

Seorang Muhammad yang lahir di tengah-tengah  kaum Jahiliyah, telah membuktikan bahwa manusia sebagai objek dakwah menurut fitrahnya mampu memahami bahkan menerima pesan Illahi tersebut, terlepas apakah manusia itu mampu menjalankannya atau menolak, mengingkari bahkan menentang pesan tersebut karena merasa pesan tersebut akan menghancurkan kekuasaannya atas kaum dan wilayahnya.

 

Sejarah membuktikan bahwa Muhammad tidak hanya sanggup mengubah tatanan kehidupan jahiliyah dengan aqidah tauhidiyah, tetapi mampu meletakkan dasar-dasar nilai kemanusiaan secara integral dan univeral. Strategi dan pola dakwahnya sangat ditentukan oleh semangat persamaan, kebebasan dan perlindungan hak-hak kemanusiaan, serta pembebasan manusia dari segala bentuk hegemoni kekuasaan yang menghancurkan harkat dan martabat manusia.

 

Islam yang dibawanya mampu menampilkan alternatif  tatanan kehidupan yang selaras dengan fitrah manusia itu sendiri. Misi propetisme ini sudah tentu menjadi tugas dan agenda bersama umat manusia untuk menselaraskan semangat dakwah dalam kerangka kebersamaan, kebebasan dan keadilan. Begitu pula dengan umat Islam hari ini dituntut untuk mampu merealisasikan misi tersebut dalam berbagai aspek dan lini kehidupan. Sebagai generasi umat, kita tidak bisa berkutat pada permasalahan idelogi ataupun interpretasi teks yang menggiring manusia pada perbedaan-perbedaan yang justru malah mengantarkan manusia pada perpecahan karena tarik-menarik kepentingan.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut kita perlu duduk bersama membangun komunikasi dengan semua pihak, membuka dialog yang komprehensif untuk menyamakan visi dan misi dalam satu tujuan dan satu cita untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat yang saling menghormati, menghargai dan menjamin kebebasan atas dasar keadilan dan kebersamaan.

 

Semua itu perlu perhatian dan pengorbanan bersama untuk menanggalkan semua perbedaan dengan menghargai kearifan nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Manusia yang beragama adalah mereka yang sanggup menerima realitas bangsanya tanpa ada kooptasi, intimidasi, dan generalisasi. Pluralisme adalah sunnatullah, perbedaan adalah rahmat dan perpecahan dan pembenaran sepihak tidak sesuai dengan semangat kerasulan dan misi propetisme.

Entry filed under: pluralisme. Tags: , , , , , .

BATURRADEN BELAJAR DARI REVOLUSI VENEZUELA

7 Komentar Add your own

  • 1. RETORIKA  |  April 11, 2008 pukul 2:46 pm

    @ CDS

    setuju, menghargai agama lain, bukan berarti kehilangan identitas diri.

    contoh paling gampang dan kongkrit

    Komunitas bikers Ducati dan Harley Davidson

    yang satunya mengutamakan kecepatan dan sporty dan yang satunya touring oriented dan gagah2an

    tetapi pluralismenya adalah : keduanya mengakui bahwa mereka sama2 pengendara motor yang harus saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya

    Balas
  • 2. Salman Aljazuli  |  April 11, 2008 pukul 5:07 pm

    setuju, menghargai agama lain, bukan berarti kehilangan identitas diri.

    contoh paling gampang dan kongkrit

    Komunitas bikers Ducati dan Harley Davidson

    yang satunya mengutamakan kecepatan dan sporty dan yang satunya touring oriented dan gagah2an

    tetapi pluralismenya adalah : keduanya mengakui bahwa mereka sama2 pengendara motor yang harus saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya

    ————————————
    untuk komentar diatas : tapi dalam balapan motar harus ada salah satu yang menang…

    pamer istri nih….!!

    Balas
  • 3. Salman Aljazuli  |  April 11, 2008 pukul 5:11 pm

    Kepada yang punya blog ini, jangan membuat tafsiran seenaknya…

    apa yang dilakukan oleh yang mulia muhammad rosul alloh adalah berdasarkan wahyu dari alloh

    Balas
  • 4. Cucu Sobariyah  |  April 17, 2008 pukul 1:27 pm

    apa yang ditulis diatas gua sangat sepakat, bahwa esensi dari wahyu adalah pembelaan pada hak-hak asasi manusia atau dalam kata lain memenusiakan manusia.
    muhammad saw, merupakan utusan tuhan yang menyampaikan wahyu-wahyu ilahi tersebut. dan wahyu-wahyu itu beliau nyatakan dalam bentuk kehidupan kesehariaannya.
    maka dengan demikian, siapa saja yang mengakui kerasulan muhammad, sudah semestinya meneladani beliau dalam bentuk nyata. yakni kesalehan dalam beramal dan kesalehan dalam sosial.
    Selamat berjuang!

    Balas
  • 5. utusan  |  Juli 25, 2008 pukul 9:12 am

    […] diciptakan. Seorang pembawa pesan dengan misi-misi propetismenya secara sosiologis selalu mengikutihttps://cdsindonesia.wordpress.com/2008/04/11/meneladani-muhammad-menghargai-pluralisme/utusan.comutusan.com. Search the Web: Malaysia. Malaysia Hotels. Langkawi Hotels. Malaysia Map … […]

    Balas
  • 6. SYAHID JOBAN  |  Oktober 19, 2008 pukul 3:53 pm

    PLURALISME tidak sama dengan PLURALITAS

    Islam menolak PLURALISME karena merupakan IDEOLOGI PENCAMPUR-ADUKKAN AQIDAH. Tapi Islam menerima PLURALITAS karena merupakan SUNNATULLAH sebagai Dinamika Kehidupan yang menghargai keragaman kemajemukan dan kebhinekaan.

    Karenanya, umat Islam bisa hidup berdampingan dengan umat beragama lain secara damai penuh toleran, saling menghargai dan menghormati. Tiap umat beragama bebas meyakini kebenaran agamanya masing-masing. dan bebas untuk tidak menerima kebenaran agama lain, namun tidak boleh menistakannya. Mereka tidak boleh dipaksa untuk membenarkan agama lain sebagaimana yang dilakukan KAUM SEPILIS.

    Intinya, Islam sangat menghargai KEBEBASAN BERAGAMA, tapi menolak PENCAMPUR-ADUKAN AGAMA dan PENODAAN AGAMA.

    Balas
  • 7. devia.original@yahoo.com  |  Mei 13, 2010 pukul 1:59 am

    wahahahahah …….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 195,004 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

PandapaCDS

Pandapa CDS


%d blogger menyukai ini: