Cara Mendeteksi Hoax di Dunia Maya

oleh : Iwan Yuliyanto (Konsultan Balanced Scorecard dan Quality Management System)

Semakin mudahnya akses internet dan kemajuan teknologi komunikasi membuat kita bisa saling berinteraksi satu sama lain menembus batas antarwilayah.

Begitu juga berbagai berita lalu lalang di dunia internet dan bebas menyeruak ke gadget kita. Mulai dari berita olahraga, ekonomi, informasi bencana hingga berita politik, bahkan beragam tips gaya hidup sehat mewarnai lalu lintas informasi. (lebih…)

Desember 19, 2016 at 7:38 am Tinggalkan komentar

CINTA. MENURUT KAJIAN TASAWUF

Cinta adalah modal seorang sufi dalam menapaki kehidupan spiritual. Oleh kalangan sufi cinta diistilahkan dengan mahabbah. Dalam tasawuf mahabbah merupakan sebuah maqam (jenjang spiritual yang harus dilalui seorang salik). Setiap hamba memiliki tujuan untuk mendapatkan mahabbah. Oleh sebab itu Imam al-Ghazali menjadikan mahabbah sebagai puncak maqam.

Sebuah kisah dari Matsnawi, Jalaluddin Rumi mengisahkan, suatu Ketika Nabi Musa sedang berjalan di padang rumput dan mendapati seorang gembala kambing yang sedang beristirahat sambil berkata: Wahai Tuhanku aku sungguh mencintaiMu. Aku akan melayaniMu sepuas hatiKu. Aku sayang Engkau. Aku ingin sekali membelai dan menyisir rambutMu. Aku ingin sekali menyemir sepatumu.Mendengar perkataan demikian Nabi Musa marah dan menasihati Si penggembala kambing. Wahai penggembala kambing apa yang telah kau katakan telah menodai derajat Tuhan. Kamu tidak pantas berkata begitu, karena Tuhan tidak membutuhkan apa yang kau katakan. Si gembala menyeringai ketakutan. Sambil memohon, penggembala itu berkata: Wahai Nabi Musa engkau yang lebih mengetahui hubungan antara hamba dan Allah. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang jelas cintaku pada Tuhan melebihi cintaku pada apapun. Musa menjawab: Jika begitu adanya bertobatlah kamu! (lebih…)

Desember 15, 2016 at 8:02 am Tinggalkan komentar

SILSILAH PARA BUPATI SUKAPURA DARI DINASTI WIRADADAHA DAN KETURUNANNYA

1. Raden Ngabehi Wirawangsa, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha I, dipanggil Dalem Pasir Beganjing, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (!641 – 1674)

2. Raden Djajamanggala, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha II, dipanggil Dalem Tamela, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1674)

3. Raden Anggadipa I, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha III, dipanggil dalem Sawidak, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1674 – 1723)

4. Raden Subamanggala, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha IV, dipanggil Dalem Pamjahan, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja (1723 – 1745)

5. Raden Secapati, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha V, dipanggil Dalem Srilangka, berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja, (1745 – 1747)

6. Raden Jaya Anggadireja, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha VI, dipanggil Dalem Siwarak (1747 – 1765), berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja. (lebih…)

Desember 7, 2016 at 8:31 am Tinggalkan komentar

Renungan Catatan Amal Akhir Tahun

Waktu terus berjalan dengan bergantinya siang dan malam. Seakan-akan tak begitu terasa, ternyata beberapa hari lagi kita akan bertemu dengan tahun baru Hijriah dan tahun baru Masehi. Mungkin saja kita sudah berada di tahun baru itu. Artinya usia biologis kita terus bertambah, namun usia kehidupan kita semakin dekat dengan Allah SWT.

Akhir umur manusia adalah rahasia Allah SWT. Kita tidak tahu kapan harus menghadap Allah SWT. Akan tetapi kita mengimani bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian. Kita juga memahami bahwa batas usia kita sudah ditentukan Allah SWT. Tetkala kita berusia empat bulan dan atau empat puluh hari di rahim ibu-ibu kita. “Sesungguhnya malaikat akan mendatangi nuthfah yang telah menetap dalam rahim selama empat puluh atau empat puluh lima malam seraya berkata; ‘Ya Tuhanku, apakah nantinya ia ini sengsara atau bahagia?‘ Maka ditetapkanlah (salah satu dari) keduanya. Kemudian malaikat itu bertanya lagi; ‘Ya Tuhanku, apakah nanti ia ini laki-laki ataukah perempuan? ‘ Maka ditetapkanlah antara salah satu dari keduanya, ditetapkan pula amalnya, umurnya, ajalnya, dan rezekinya. Setelah itu catatan ketetapan itu dilipat tanpa ditambah ataupun dikurangi lagi.” H.R. Muslim. Meskipun Rasulullah SAW bersabda: “Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun, dan sedikit diantara mereka yang melebihi itu.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. (lebih…)

Desember 7, 2016 at 1:58 am Tinggalkan komentar

“Kamu diterima”

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya” apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?” Kemudian si pemuda menjawab tidak.
“Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?”
“Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya”
“Dimana ibumu bekerja ?”
“Ibuku bekerja sebagai tukang cuci.” (lebih…)

Desember 6, 2016 at 6:50 am Tinggalkan komentar

SPIRITUALITAS DAN AKHLAK DI ERA MODERN

Kemajuan yang telah merambah dalam berbagai aspek kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, budaya dan polotik, mengharuskan individu untuk beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan pasti. Padahal dalam kenyataannya tidak semua individu mampu melakukannya sehingga yang terjadi justru masyarakat atau manusia yang menyimpan banyak problem.
Berbicara masalah solusi, kini muncul kecendrungan masyarakat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan spiritual (tasawuf). Tasawuf sebagai inti ajaran islam muncul dengan memberi solusi dan terapi bagi problem manusia dengan cara mendekatkan diri kepada Allah yang maha pencipta. Peluang dalam menangani problema ini semakin terbentang luas diera modern ini. (lebih…)

November 28, 2016 at 5:36 am Tinggalkan komentar

Film “Mata Tertutup”

Resensi oleh Adrian Jonathan Pasaribu

Mari lupakan sejenak label art film yang kerap melekat di karya-karya Garin Nugroho. Mata Tertutup adalah filmnya yang paling gamblang dan verbal. Berbeda dengan kebanyakan film Garin sebelumnya, tidak ditemukan simbol maupun metafor yang menjadikan narasi film kompleks dan berlapis-lapis. Dalam Mata Tertutup, segala informasi dituturkan dengan lugas melalui dialog para tokohnya. Kosa gambarnya juga sederhana: kamera hampir statis untuk adegan luar ruangan, banyak gerak untuk adegan dalam ruangan. Sederhana dan mengena.

Pembuat film memang tidak meniatkan Mata Tertutup untuk pencapaian teknis, tetapi komentar sosial. Oleh karenanya, penuturan film dibuat sesederhana dan sekomunikatif mungkin, setidaknya untuk ukuran film Garin. Dalam produksi, ada keterlibatan Ma’arif Institute, yang membawa agenda tentang kehidupan beragama di Indonesia. Melaui Mata Tertutup, Ma’arif Institute sejatinya ingin memberi respons terhadap fundamentalisme beragama, yang dirasa mulai banyak berkembang di generasi muda sekarang. Garin beserta tim produksinya mengemas ulang cerita sejumlah narasumber, beserta data hasil riset tambahan. Hasilnya adalah sebuah doku-drama berdurasi 90 menit.

(lebih…)

Maret 5, 2013 at 5:31 am 8 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 201,593 hits
Februari 2017
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Pandapa CDS