Moment Kebangkitan Nasional ditanggapi beragam oleh beragam elemen pula, kami menerima undngan serta ajakan dari front Pembebasan Nasional untuk melakukan aksi, secara lengkap sebagai berikut:
Gagalkan Rencana Kenaikan Harga BBM…!!!
Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukan, bahwa tingkat kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup di tanggung oleh rakyat Indonesia. (more…)
Mei 17, 2008
WAHAI ANAK BANGSA” BANGUNLHAH!,
BUKALAH MATAMU!
BERDIRILAH DENGAN KAKIMU, SING-SINGKAN LENGANMU,
MARI BANGKIT! UNTUK INDONESIAMU TERCINTA
INDONESIA KITA TIDAK PERNAH MERDEKA!
INDONESIA KITA TERUS MENANGIS” (more…)
Mei 12, 2008
SKB atau Surat Keputusan Bersama Mendagri, Kejagung dan Menteri Agama soal Ahmadiyah tidak akan dikeluarkan dalam waktu dekat, demikian Adnan Buyung Nasution, atas nama Dewan Penasehat Kepresidenan Wankimpres. Ganjalnya, menurut Buyung, perlukah pemerintah mencampuri keyakinan orang? Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supanji sudah memastikan SKB keluar pekan ini. Elite negara bertikai, sementara dua ormas Muslim terbesar tidak mendukung SKB. Dan di ibukota dan di Yogyakarta demo besar mengingatkan: “Selamatkan Ahmadiyah, Selamatkan Bangsa”. Presiden dapat dituduh “inkonstitusional” dan terancam pemakzulan jika menyepakati SKB. (more…)
Mei 8, 2008
Setiap pemikir mempunyai definisi berbeda tentang makna filsafat karena pengertiannya yang begitu luas dan abstrak. Tetapi secara sederhana filsafat dapat dimaknai bersama sebagai suatu sistim nilai-nilai (systems of values) yang luhur yang dapat menjadi pegangan atau anutan setiap individu, atau keluarga, atau kelompok komunitas dan/atau masyarakat tertentu, atau pada gilirannya bangsa dan negara tertentu. Pendidikan sebagai upaya terorganisasi, terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan kebudayaan dalam arti luas (ilmu pengetahuan, sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, (more…)
April 27, 2008
Istilah “gerakan sempalan” beberapa tahun terakhir ini menjadi populer di Indonesia sebagai sebutan untuk berbagai gerakan atau aliran agama yang dianggap “aneh”, alias menyimpang dari aqidah, ibadah, amalan atau pendirian mayoritas umat. Istilah ini, agaknya, terjemahan dari kata “sekte” atau “sektarian“,[1] kata yang mempunyai berbagai konotasi negatif, seperti protes terhadap dan pemisahan diri dari mayoritas, sikap eksklusif, pendirian tegas tetapi kaku, klaim monopoli atas kebenaran, dan fanatisme. (more…)
April 23, 2008