CANDI PRAMBANAN

April 8, 2008

Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak. Renovasi candi ini dimulai pada tahun 1918, dan sampai sekarang belum selesai. Bangunan utama baru diselesaikan pada tahun 1953. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya. Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu. Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi oral.

 

 

Entry Filed under: OBJEK WISATA. Tag: , , , , , .

16 Comments Add your own

  • 1. Gilang  |  September 23, 2008 at 5:49 pm

    waH….. keRen!!!!!

    Balas
  • 2. kirana  |  Oktober 16, 2008 at 7:30 am

    pingin dehh main2 ke candi ini ..keren banget

    Balas
  • 3. domirs  |  Desember 26, 2008 at 8:43 am

    mari kita bersama-sama melestarikan peninggalan sejarah yang sangat berharga ini…..
    sinten malih ingkang peduli jecuali panjenengan sedanten…

    Balas
  • 4. j.BIMA  |  Maret 3, 2009 at 3:38 am

    kalau bisa main k”sini dunk???????????

    Balas
    • 5. ulil  |  Agustus 14, 2009 at 5:46 am

      emg oz u dmn

      Balas
  • 6. j.BIMA  |  Maret 3, 2009 at 3:40 am

    kalau mau k” sini dunk cuyyy<<<<>>>

    wah…….. keren abizs…..

    Balas
  • 7. j.BIMA  |  Maret 3, 2009 at 3:42 am

    kalau mau k” sini dunk cuyyy<<<<>>>

    wah…….. keren abizs…..
    nieh w kash nomor HP W 081929907203

    Balas
    • 8. liawielie  |  Juni 6, 2009 at 5:13 am

      wah boleh nech, tapi lw disana nanti kita kemu yach sambil makan, jln” truzzzz saya mo naik keatas candinya.. he … he…
      balas

      Balas
    • 9. yeyen  |  Oktober 23, 2009 at 4:41 am

      hello…
      Leh kNaLn Lc

      Balas
  • 10. siti  |  Maret 24, 2009 at 2:19 pm

    call me 081382496003

    Balas
  • 11. kusmantara  |  April 28, 2009 at 12:59 am

    betapa`pintarnya`leluhur`kita`bangsa`indonesia`(nenek`moyang)`kita`bersama`
    Kita`sebagai`bangsa`indonesia`wajib`untuk`menjaga`peninggalan`
    nenek`moyang`yang`adi`luhung

    Balas
  • 12. liawielie  |  Juni 6, 2009 at 5:08 am

    duch kapan yach, saya bisa ke candi terbesar di indonesia ini, hemmmmmmmm, coba ada yang najakin pasti gak perlu sampe ngidam kayak gini, hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    Balas
  • 13. wirkatze  |  Oktober 5, 2009 at 10:07 am

    ayo lindungi kebudayaan Indonesia, agar bisa diwariskan ke anak cucu kita

    Balas
  • 14. indra  |  November 24, 2009 at 7:55 am

    ayo lestarikan candi2 di indonesia agar tdk d klaim olh negara lain

    Balas
    • 15. Anonim  |  November 24, 2009 at 8:00 am

      coba gimana cara u tuk lestarikan candi d indonesia?????

      Balas
  • 16. ilham  |  November 24, 2009 at 7:58 am

    memang keren ya !!! candi2 di indonesia maka dari itu let’s we lestarikan candi itu!!!

    ok!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Tulisan Teratas

Arsip

Komentar Terakhir

Blogroll

Blog Stats

Tag

2009 agama bangsa budaya budidaya buruh CDS cpns gerakan indonesia Islam kebebasan kerukunan ketuhanan konflik korupsi kpk masyarakat Muhammadiyah MUI negara NU OBJEK WISATA pangan pariwisata pemerintah pendidikan pertanian pesantren petani pluralisme pns politik quran rakyat revolusi santri sejarah silih asah sosial Tasikmalaya toleransi Tuhan UKM umat

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Halaman

Meta